Langsung ke konten utama

6 Penyebab dan Gejala Kista Dentigerous

Penyebab dan Gejala Kista Dentigerous - Kista dentigerous adalah kista yang terbentuk di sekitar mahkota gigi yang belum erupsi. Kista ini mulai terbentuk bila cairan menumpuk di dalam lapisan epitel email yang tereduksi atau di antara epitel dan mahkota gigi yang belum erupsi.

Biasanya, keberadaan kista ini tidak disadari oleh penderitanya. Kista baru akan terdeteksi ketika dilakukan pemeriksaan oleh dokter gigi dan pemeriksaan dengan foto x-ray. Selain itu, kista juga bisa terdeteksi ketika telah terjadi infeksi sekunder atau ketika kista telag membesar sehingga menyebabkan pembengkakan pada wajah.

Kista Dentigerous


Gejala Kista Dentigerous :


1. Impaksi Gigi


Penyebab dan gejala kista dentigerous perlu duwaspadai karena seringnya kasus ini terjadi tidak disertai rasa sakit, hingga akhirnya penderita menyadari ada yang tidak normal dengan keadaan rongga mulutnya. Penyebab umum dari kista dentigerous adalah impaksi gigi, yaitu kondisi yang tidak wajarpada arah pertumbuhan gigi bungsu.  Ini terjadi karena tidak adanya ruang bagi gigi tersebut untuk tumbuh.

 Impaksi gigi sering terjadi pada gigi geraham atau gigi bungsu. Gigi kemunculannya sering   kali menyakitkan, biasanya disertai dengan rasa nyeri hingga demam beberapa hari. Impaksi gigi menggambarkan kondisi gigi bungsu yang mendesak gigi-gigi di sampingnya, sehingga timbul pergesaran gigi, nyeri dan bahkan dapat menyebabkan infeksi.

Kondisi ini sering kali mengharuskan penderita untuk dioperasi apabila posisi gigi terlalu miring dan tidak dapat tumbuh sempurna. Namun, pada kasus yang lebih sederhana cukup dilakukan operkulektomi, yaitu memotong gusi yang menutupi sebagian gigi dan membersihkan gigi untuk membuang kotoran serta jaringan.

2. Penumpukan Cairan


Kista dentigerous, yang juga dikenal sebagai kista folikuler, merupakan suatu kista yang menyelubungi sebagian atau seluruh mahkota gigi yang tidak tumbuh dan melekat pada akar gigi (cement-enamel junction).

Kista ini berasal dari penyusutan enamel organ gigi yang tersisa yang merupakan hasil akumulasi cairan di antara lapisan mahkota gigi dan dinding epitel email gigi yang telah menyusut yang melapisi folikel gigi. Epitel yang melapisinya adalah jenis epitel skuamus bertingkat.

3. Rusaknya Stellate Recticulum


Rusaknya stellate recticulum dapat mendorong proliferasi epitel email luar yang menyisakan perlekatan pada gigi, lalu epitel email dalam tertekan ke atas permukaan mahkota. Saat telah terbentuk sempurna, mahkota akan berprotrusi ke dalam lumen, dan akar-akarnya memanjang ke sisi luar kista.

Proliferasi ini terjadi karena kandungan hiperosmolar yang dihasilkan oleh cellular breakdown dan produk-produk sel sehingga menyebabkan gradient osmotic untuk memompa cairan ke dalam lumen kista.

Setelah mengetahui penyebab dari terjadinya kista dentigerous, maka pembahasan selanjutnya akan mengetengahkan gejala kista dentigerous.



Penyebab Kista Dentigerous :


1. Gejala kista dentigerous tidak terlihat bila masih tahap awal. Kista dentigerous yang belum mengalami komplikasi seperti kista lainnya tidak akan menyebabkan gejala sampai pembesarannya nyata terlihat. Kista hanya akan terlihat jika ukurannya menjadi sangat besar, sekitar sepuluh sampai lima belas sentimeter atau bila terjadi infeksi sekunder sehingga akan terasa sakit.

Meskipun gejala biasa tidak ada, dengan terlambatnya erupsi gigi semakin besar pula indikasi terjadinya kista dentigerous. Kista dentigerous dapat dideteksi melalui pemeriksaan radiografis atau pada saat dilakukan pemeriksaan gigi yang tidak erupsi. Infeksi dapat menyebabkan gejala umum seperti bengkak yang membesar dan rasa sakit.

2. Kista dentigerous biasanya terdeteksi pada anak-anak, remaja, atau dewasa, walaupun terkadang dapat ditemukan pada orang yang lebih tua. Secara klinis, lesi tampak sebagai pembengkakan linger alveolar di atas tempat gigi yang sedang erupsi. Saat rongga kista sirkumkoronal berisi darah, pembengkakan tampak ungu atau sangat biru, disebut erupsi hematoma.

3. Kista dentigerous umumnya berkaitan dengan gigi molar tiga dan caninus maksilaris, yang mana paling banyak diakibatkan karena gigi yang impaksi. Insidensi tertinggi dari kista dentigerous adalah saat usia 20-30 tahun. Gejalanya yaitu terlambatnya erupsi gigi.

Kista ini mampu berkembang hingga ukuran yang besar, kadang-kadang disertai dengan ekspansi tulang kortikal. Kista dengan ukuran yang besar juga dapat disertai dengan pembengkakan intraoral, ekstraoral, maupun keduanya. Dengan ukuran ini juga dapat menyebabkan wajah menjadi asimetris dan pergerseran gigi.

Kista dentigerous selalu dihubungkan dengan mahkota gigi yang belum erupsi atau gigi yang sedang tumbuh (kata "dentigerous" berarti menganding unsur gigi).  Kista dentigerous merupakan kista kedua yang paling sering ditemukan pada radang. Semoga penyebab dan gejala kista dentigerous di atas bermanfaat bagi pembaca semua.

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Dan Efek Samping Rokok Elektrik Vapor

Awalnya rokok elektronik atau vapor diciptakkan untuk mengurangi ketergantungan pada rokok tembakau, karena rokok tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi ternyata dampak rokok elektrik vapor juga sama berbahayanya seperti rokok tembakau. Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan mungkin masih menjadi perdebatan bagi beberapa orang yang mengenal dunia kesehatan seperti dokter dan praktisi kesehatan lainya. Parahnya lagi, kita sering membaca di iklan cetak maupun media online jika electric cigarete adalah rokok aman dan di klaim bebas nikotin, tar juga aneka bahan berbahaya lainnya.

Bagian dari rokok elektrik terdapat penampung cairan atau liquid yang ketika dipanaskan akan menghasilkan uap yang berasap, Tombol power, drip, mods, dan alat pemanas yang digunakan untuk mengubah liquid menjadi uap asap. Penampung liquid tadi bisa diisi ulang. Larutan ini mengandung propilen glikol, gliserin, dan perasa. Larutan ini dipanaskan, kemudian muncul uap selayaknya asap. Sebag…

Cara Mengobati Panas Dalam Pada Bayi Dan Anak Balita

Penyebab Dan Cara Mengobati Panas Dalam Pada Bayi Dan Anak Balita. Panas dalam adalah gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh anak-anak dan bayi. Gangguan kesehatan yang ditandai dengan kondisi tubuh terasa panas dan bayi atau si anak akan membuat mereka merasa tidak nyaman, gairah bermain menjadi hilang, lesu, pandangan mata meredup, rewel, cengeng atau sering menangis, dan bermalas–malasan. Penyebab panas dalam dapat diakibatkan karena tubuh kita kekurangan vitamin c, konsumsi serat, dan cairan, juga dapat akibat konsumsi makanan yang terlalu panas, banyak mengandung minyak dan berlemak, faktor cuaca dan lingkungan yang berubah ubah secara tiba tiba terutama saat peralihan dari kemarau ke penghujan maupun sebaliknya, serta dapat bersumber pada gangguan lainnya seperti stres, ketidakstabilan hormon dalam tubuh, juga menurunnya daya tahan tubuh.

Panas dalam atau demam merupakan keluhan yang banyak terjadi khususnya pada bayi dan anak kecil karena panas dalam juga merupakan …

Cara Mengatasi Dan Mengobati Tengeng Pada Leher

Sakit leher atau tengeng sering dialami sebagian orang. Orang yang mengalami tengeng tersebut akan mengalami suatu keterbatasan yang terkadang dapat mengganggu dirinya dalam melakukan aktifitas sehari-hari, misalnya menolehkan kepala kekanan dan kekiri. Sehingga mereka akan bertanya-tanya kepada kawan atau kelurganya “leher tengeng apa obatnya?”. Dalam kasus seperti ini anda dapat mengobati sakit leher berdasarkan penyebabnya. Untuk yang masalah ringan anda hanya perlu melakukan tidakan tradisional seperti memijit leher yang sakit. domain name and web hosting packages
domain name registrant
Sebagian orang menyebut sakit tengeng ini dengan sebutan kenger. Penyebab umum penyakit tengeng adalah kesalahan posisi saat tidur. Posisi tidur yang tepat seharusnya mengistirahatkan otot-otot seluruh tubuh dimana posisi yang baik adalah dengan menggunakan punggung belakang. Selain itu, penggunaan bantal harus sampai bahu sehingga posisi leher dalam keadaan rileks sehingga otot-otot sekitar leher …