Langsung ke konten utama

10 Penyebab Obesitas Pada Anak Paling Sering Dialami


Penyebab Obesitas Pada Anak - Sejak dulu, banyak orang berpendapat bahwa bayi gemuk artinya sehat dan lucu. Akibatnya, seringkali banyak orang tua yang justru berupaya semaksimal mungkin membuat anaknya terlihat montok, termasuk dengan memberikan makanan yang dapat membuat berat badan si kecil melonjak. Tanpa disadari, hal itulah yang menjadi salah satu penyebab obesitas pada anak.

Obesitas sangat mungkin terjadi pada anak. Padahal, kelebihan berat badan pada usia dini memiliki kecenderungan untuk terus berlanjut hingga tumbuh dewasa. Semakin ia besar, semakin sulit untuk mengatasinya. Agar terhindar dari kelebihan berat badan, kenali penyebab obesitas pada anak.

Obesitas Pada Anak


1. Genetik


Salah satu penyebab obesitas pada anak adalah faktor genetik atau keturunan. Jika orang tua mengidap penyakit diabetes, maka anak-anaknya akan beresiko mengalami obesitas pada usia muda. Bahkan meskipun saat balita mereka miliki berat badan yang normal.

2. Kurang Olahraga


Kurang melakukan aktivitas fisik yang membakar kalori, seperti olahraga, juga menjadi penyebab obesitas pada anak. Keberadaan televisi dan video games yang menjadi barang wajib bagi anak sekarang, banyak dituding sebagai faktor pembawa obesitas. Anak menjadi malas bergerak karena keasyikan menonton televisi.

3. Kenyamanan Sarana Transportasi


Banyak orang tua masa kini yang cenderung mengantar anak sekolah dengan mobil pribadi, turun langsung di depan gerbang sekolah. Padahal ada baiknya membiarkan anak jalan kaki setidaknya 15 menit dari jarak mobil ke sekolah.

4. Penyakit


Penyakit, atau faktor kesehatan, juga merupakan penyebab obesitas pada anak. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan obesitas, misalnya hipertiroidisme, Cushing Syndrome, Prader-Willi Syndrome, dan beberapa kelainan syaraf yang bisa menyebabkan seseorang makan banyak.

5. Depresi


Depresi juga merupakan salah satu penyebab pertambahan berat badan. Sebab, kebanyakan penderitanya memilih untuk tidak aktif dan berdiam diri di rumah. Pada sebagian penderita depresi, kenaikan berat badan juga dapat diakibatkan peningkatan nafsu makan karena perubahan suasana hati.

6. Obat


Obat-obatan juga dapat memberikan efek samping pertambahan berat badan. Contoh dari obat-obatan tersebut adalah Paxil (paroxetine), Depakote (asam valproat), Prozac (fluoxetine), Remeron (mirtazapine), Zyprexa (olanzapine), Deltasone (prednisone), Thorazine (chlorpromazine), Elavil, Endep, Vanatrip (amitriptyline), Allgra (fexofenadine dan pseudoephredine), dan lain-lain.

7. Stres


Banyak anak yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan. Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif, misalnya karena terlalu banyak ditekan atau dituntu oleh orang tua, yang berakibat stres.

8. Makanan dan Minuman Instan


Maraknya restoran penyedia makanan dan minuman instan, seperti restoran cepat saji, juga merupakan penyabab obesitas pada anak. Kebanyakan anak menggemari makanan cepat saji atau fast food, bahkan banyak anak yang akan makan dengan lahap dan menambah porsi bila makan makanan cepat saji. Padahal makanan seperti ini umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi.

Senada dengan makanan cepat saji, minuman ringan atau soft drink terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan cepat bertambah bila mengkonsumsi minuman ini.

9. Suka Ngemil


Saat ini, makin banyak tersedia jenis camilan bagi si kecil. Sebaiknya, orang tua tetap mengutamakan faktor kesehatan dalam memilih makanan bagi buah hati. Jangan berlebihan dalam memberi makanan yang memiliki kadar karbohidrat tinggi, seperti permen dan coklat, kue-kue yang banyak mengandung gula, keju dan kacang-kacangan, dan lain-lain.

Hal ini tentu bukan berarti si kecil sama sekali tidak boleh mengkonsumsi makanan-makanan tersebut. Selama porsi dan frekuensinya tidak berlebihan, orang tua masih tetap boleh memberikannya kepada anak.

10. Pola Makan yang Buruk


Pola makan yang seimbang memang menjadi kunci penting bagi kesehatan si kecil. Dengan makan teratur dan bernutrisi lengkap, anak akan memiliki tubuh ideal yang mendukung tumbuh dan kembangnya.

Pola makan yang dianjurkan untuk anak adalah: ukuran porsi makan sekitar ½ dari porsi makan orang dewasa; membiasakan minum jus yang terbuat dari 100% buah asli tidak lebih dari 180 ml per hari; selalu memberikan sayuran dan buah-buahan yang kaya serat; membiasakan membeli makan selingan dalam ukuran sekali makan; dan susun jadwal makan yang teratur.

Menurut ahli ilmu kedokteran, jika penyebab obesitas pada anak di atas tidak ditindaklanjuti, maka 78% obesitas akan berlanjut sampai remaja, dan 25-50% sampai dewasa. Selain mengawasi pola makan, orang tua agar membiasakan si kecil bermain bersama teman-tmannya sehingga ia aktif bergerak, serta batasi waktu di depan televisi atau bermain game di komputer.

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Dan Efek Samping Rokok Elektrik Vapor

Awalnya rokok elektronik atau vapor diciptakkan untuk mengurangi ketergantungan pada rokok tembakau, karena rokok tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi ternyata dampak rokok elektrik vapor juga sama berbahayanya seperti rokok tembakau. Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan mungkin masih menjadi perdebatan bagi beberapa orang yang mengenal dunia kesehatan seperti dokter dan praktisi kesehatan lainya. Parahnya lagi, kita sering membaca di iklan cetak maupun media online jika electric cigarete adalah rokok aman dan di klaim bebas nikotin, tar juga aneka bahan berbahaya lainnya.

Bagian dari rokok elektrik terdapat penampung cairan atau liquid yang ketika dipanaskan akan menghasilkan uap yang berasap, Tombol power, drip, mods, dan alat pemanas yang digunakan untuk mengubah liquid menjadi uap asap. Penampung liquid tadi bisa diisi ulang. Larutan ini mengandung propilen glikol, gliserin, dan perasa. Larutan ini dipanaskan, kemudian muncul uap selayaknya asap. Sebag…

Cara Mengobati Panas Dalam Pada Bayi Dan Anak Balita

Penyebab Dan Cara Mengobati Panas Dalam Pada Bayi Dan Anak Balita. Panas dalam adalah gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh anak-anak dan bayi. Gangguan kesehatan yang ditandai dengan kondisi tubuh terasa panas dan bayi atau si anak akan membuat mereka merasa tidak nyaman, gairah bermain menjadi hilang, lesu, pandangan mata meredup, rewel, cengeng atau sering menangis, dan bermalas–malasan. Penyebab panas dalam dapat diakibatkan karena tubuh kita kekurangan vitamin c, konsumsi serat, dan cairan, juga dapat akibat konsumsi makanan yang terlalu panas, banyak mengandung minyak dan berlemak, faktor cuaca dan lingkungan yang berubah ubah secara tiba tiba terutama saat peralihan dari kemarau ke penghujan maupun sebaliknya, serta dapat bersumber pada gangguan lainnya seperti stres, ketidakstabilan hormon dalam tubuh, juga menurunnya daya tahan tubuh.

Panas dalam atau demam merupakan keluhan yang banyak terjadi khususnya pada bayi dan anak kecil karena panas dalam juga merupakan …

Cara Mengatasi Dan Mengobati Tengeng Pada Leher

Sakit leher atau tengeng sering dialami sebagian orang. Orang yang mengalami tengeng tersebut akan mengalami suatu keterbatasan yang terkadang dapat mengganggu dirinya dalam melakukan aktifitas sehari-hari, misalnya menolehkan kepala kekanan dan kekiri. Sehingga mereka akan bertanya-tanya kepada kawan atau kelurganya “leher tengeng apa obatnya?”. Dalam kasus seperti ini anda dapat mengobati sakit leher berdasarkan penyebabnya. Untuk yang masalah ringan anda hanya perlu melakukan tidakan tradisional seperti memijit leher yang sakit. domain name and web hosting packages
domain name registrant
Sebagian orang menyebut sakit tengeng ini dengan sebutan kenger. Penyebab umum penyakit tengeng adalah kesalahan posisi saat tidur. Posisi tidur yang tepat seharusnya mengistirahatkan otot-otot seluruh tubuh dimana posisi yang baik adalah dengan menggunakan punggung belakang. Selain itu, penggunaan bantal harus sampai bahu sehingga posisi leher dalam keadaan rileks sehingga otot-otot sekitar leher …