Langsung ke konten utama

20 Penyebab dan Gejala Batuk Rejan Paling Mudah Dikenali

Penyebab dan Gejala Batuk Rejan - Batuk rejan atau pertusis adalah infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan yang dapat menular. Penyakit ini memiliki sebutan "batuk seratus hari". Penyebab dan gejala batuk rejan perlu untuk diwaspadai. Batuk rejan disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis yang menyebar melalui udara.

Bakteri yang masuk ke dalam tubuh akan menyerang dinding dari trakea dan bronkus. Infeksi yang ditimbulkan dari bakteri ini adalah peradangan atau pembengkakan pada saluran udara. Ini menyebabkan penderita batuk rejan kesulitan bernafas serta tarikan nafasnya disertai dengan bunyi dengikan panjang.



Batuk Rejan


Sebagai tambahan, batuk rejan juga dapat disebabkan oleh asma, tersedak benda asing, iritasi zat tertentu seperti asap rokok dan polusi, infeksi sinus, serta batuk psikogenik. Selain penyebab batuk rejan, anda juga patut mengetahui gejala timbulnya penyakit ini. Berikut adalah gejala dari batuk rejan yang dibagi menjadi dua tahap, tahan awal atau satu dan tahap dua atau lanjutan.

Penyebab Batuk Rejan :


1. Ingusan


Penyebab dan gejala batuk rejan perlu untuk diketahui sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit ini. Pada gejala pertama, penderita akan mengalami ingusan. Ini terjadi karena tubuh akan memproduksi lendir kental sebagai reaksi yang ditunjukkan dengan adanya infeksi. Selanjutnya akan menstimulus penderita untuk mengeluarkan lendir tersebut.

2. Demam


Demam mungkin reaksi wajar yang ditunjukkan hampir setiap gejala berbagai penyakit. Naiknya suhu tubuh menggambarkan tubuh sedang bereaksi untuk mempertahankan diri. Demam juga terjadi pada tahap awal batuk rejan

3. Radang tenggorokan


Radang tenggorokan juga dikelompokkan pada gejala batuk rejan tahap satu atau tahap awal.  Pada tahap ini penderita batuk rejan akan mengalami sakit tenggorokan yang biasanya disertai dengan kesulitan menelan.

4. Bersin


Bersin juga merupakan gejala tahap awal batuk rejan. Bersin merupakan reaksi yang sering terjadi sebagai pertanda adanya gangguan kesehatan. Pada tahap ini penderita batuk rejan akan sering bersin

5. Mata merah


Selain demam, bersin, radang tenggokan dan ingusan yang telah disebutkan sebelumnya, mata merah juga merupakan masa gejala awal yang menyerang penderita batuk rejan. Mata yang normalnya berwarna putih akan terlihat merah dan nampak berair.

6. Suara melengking


Pada penderita batuk rejan, gejala ini merupakan gejala yang mudah untuk dikenali. Penderita penyakit ini akan mengalami batuk yang disertai dengan suara yang melengking. Batuk yang melengking ini terjadi sebagai gejala lanjutan dari gejala awal yang telah disebutkan sebelumnya.

7. Batuk tanpa henti


Batuk tanpa henti juga dapat dikatakan sebagai gejala batauk rejan tahap  dua atau gejala lanjutan. Pada tahap ini penderita akan sangat tersiksa karena batuk bisa terus terjadi, bahkan terkadang penderita tidak memiliki jeda untuk bernafas.

8. Kelelahan


Batuk yang terus menerus terjadi menjadikan penderita batuk rejan sering merasa kelelahan. Pada tahap ini, penderita sepenuhnya harus beristirahat dan berada pada tempat yang steril guna terhindar dari serangan virus lain atau bahkan menularkan bakteri pada orang lain. Kelelahan juga tergolong sebagai gejala batuk rejan tahap dua.

9. Mirip bronkitis


Bronkitis sendiri adalah kondisi peradangan pada saluran pernafasan utama organ paru-paru. Ini terjadi pada gejala batuk rejan tahap dua. Pada tahap ini, penderita batuk rejan akan terlihat seperti penderita bronkitis.

10. Tidak bersuara keras


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa pada tahap dua batuk rejan dapat diketahui dengan adanya suara yang melengking. Namun, suara yang melengking ini dikecualikan pada penderita batuk rejan golongan anak-anak. Pada anak-anak batuk rejan pada tahap dua ini tidak memiliki ciri tidak bersuara keras.

Selain gejala pada tahap satu yang biasanya terjadi antara satu sampai dua minggu, serta tahap dua yang terjadi dalam rentan waktu satu sampai enam minggu lebih, batuk rejan juga memiliki gejala tahap tiga, dimana batuk rejan terjadi pada rentan waktu satu sampai dua bulan.



Gejala Batuk Rejan :


1. Komplikasi : pneumonia
2. Muntah
3. Tubuh memerah dan membiru
4. Rewel: terjadi pada bayi
5. Kesulitan nafas
6. Nafas berbunyi

Bagi anda yang mungkin mengalami gejala batuk rejan yang sama, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan, karena batuk rejan dapat mengancam keselamatan jiwa bila terjadi pada anak-anak dan lansia.

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Dan Efek Samping Rokok Elektrik Vapor

Awalnya rokok elektronik atau vapor diciptakkan untuk mengurangi ketergantungan pada rokok tembakau, karena rokok tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi ternyata dampak rokok elektrik vapor juga sama berbahayanya seperti rokok tembakau. Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan mungkin masih menjadi perdebatan bagi beberapa orang yang mengenal dunia kesehatan seperti dokter dan praktisi kesehatan lainya. Parahnya lagi, kita sering membaca di iklan cetak maupun media online jika electric cigarete adalah rokok aman dan di klaim bebas nikotin, tar juga aneka bahan berbahaya lainnya.

Bagian dari rokok elektrik terdapat penampung cairan atau liquid yang ketika dipanaskan akan menghasilkan uap yang berasap, Tombol power, drip, mods, dan alat pemanas yang digunakan untuk mengubah liquid menjadi uap asap. Penampung liquid tadi bisa diisi ulang. Larutan ini mengandung propilen glikol, gliserin, dan perasa. Larutan ini dipanaskan, kemudian muncul uap selayaknya asap. Sebag…

Cara Mengobati Panas Dalam Pada Bayi Dan Anak Balita

Penyebab Dan Cara Mengobati Panas Dalam Pada Bayi Dan Anak Balita. Panas dalam adalah gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh anak-anak dan bayi. Gangguan kesehatan yang ditandai dengan kondisi tubuh terasa panas dan bayi atau si anak akan membuat mereka merasa tidak nyaman, gairah bermain menjadi hilang, lesu, pandangan mata meredup, rewel, cengeng atau sering menangis, dan bermalas–malasan. Penyebab panas dalam dapat diakibatkan karena tubuh kita kekurangan vitamin c, konsumsi serat, dan cairan, juga dapat akibat konsumsi makanan yang terlalu panas, banyak mengandung minyak dan berlemak, faktor cuaca dan lingkungan yang berubah ubah secara tiba tiba terutama saat peralihan dari kemarau ke penghujan maupun sebaliknya, serta dapat bersumber pada gangguan lainnya seperti stres, ketidakstabilan hormon dalam tubuh, juga menurunnya daya tahan tubuh.

Panas dalam atau demam merupakan keluhan yang banyak terjadi khususnya pada bayi dan anak kecil karena panas dalam juga merupakan …

Cara Mengatasi Dan Mengobati Tengeng Pada Leher

Sakit leher atau tengeng sering dialami sebagian orang. Orang yang mengalami tengeng tersebut akan mengalami suatu keterbatasan yang terkadang dapat mengganggu dirinya dalam melakukan aktifitas sehari-hari, misalnya menolehkan kepala kekanan dan kekiri. Sehingga mereka akan bertanya-tanya kepada kawan atau kelurganya “leher tengeng apa obatnya?”. Dalam kasus seperti ini anda dapat mengobati sakit leher berdasarkan penyebabnya. Untuk yang masalah ringan anda hanya perlu melakukan tidakan tradisional seperti memijit leher yang sakit. domain name and web hosting packages
domain name registrant
Sebagian orang menyebut sakit tengeng ini dengan sebutan kenger. Penyebab umum penyakit tengeng adalah kesalahan posisi saat tidur. Posisi tidur yang tepat seharusnya mengistirahatkan otot-otot seluruh tubuh dimana posisi yang baik adalah dengan menggunakan punggung belakang. Selain itu, penggunaan bantal harus sampai bahu sehingga posisi leher dalam keadaan rileks sehingga otot-otot sekitar leher …