Langsung ke konten utama

7 Cara Menghitung Usia Kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan – Banyak ibu hamil yang masih bingung ketika menghitung usia kehamilan dengan tepat. Hal ini karena hingga kini masih belum ada metode yang pasti untuk mengetahui kapan tepatnya terjadi pembuahan di dalam rahim. Dengan mengetahui usia kehamilan, ibu hamil jadi tahu apa yang harus dilakukan selama fase perkembangan janin.

Ketidaktahuan usia kehamilan mengakibatkan ibu hamil tidak tau apa yang harus dilakukan untuk membuat janin berkembang secara optimal. Jika ibu hamil  tahu berapa usia kehamilan maka dapat mengontrol makanan yang harus dikonsumsi serta pantangan yang harus dihindari. Oleh karena itu berikut disajikan cara menghitung usia kehamilan yang dapat memandu para ibu hamil.


Cara Menghitung Usia Kehamilan

1.    Periode Menstruasi Terakhir

Menghitung usia kehamilan bisa  dilakukan berdasarkan tanggal periode menstruasi terakhir.  Cara ini dianggap terbaik bagi para ibu hamil yang memiliki siklus haid sekitar 28 hari. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui tanggal berapa Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Setelah mengetahui tanggal HPHT maka tinggal menghitung usia kehamilan menggunakan rumus Naegele. Selain dapat menghitung usia kehamilan, rumus ini juga dapat digunakan untuk menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL).  Rumus Naegele adalah sebagai berikut: (tanggal HPHT - 7), (bulan pada saat haid terakhir -3), (tahun pada saat haid terakhir +1).

Contohnya jika Anda terakhir menstruasi pada 17 Agustus 2017, maka perhitungannya menjadi (17-7), (8-3), (2017+1) = 10, 5, 2018.  Jadi, Hari Perkiraan Lahir (HPL) calon bayi Anda  adalah 10 Mei 2018.  Akan tetapi HPL biasanya diberikan waktu plus minus sekitar 7 hari.

Jadi kemungkinan Hari Perkiraan Lahir atau HPL bayi Anda adalah tanggal 3-17 Mei 2018.  Dari HPL ini Anda dapat menghitung usia kehamilan per tanggal 10. Misalnya pada 17 September 2017 usia kehamilan Anda menginjak 1 bulan dan seterusnya.

2.    Tinggi Puncak Rahim atau Metode Fundus Uteri

Cara menghitung usia kehamilan dengan TFU atau Tinggi Fundus Uteri adalah dengan meraba puncak rahim yang menonjol di dinding perut. Perhitungan ini dimulai dari tulang kemaluan sampai puncak rahim. Jadi misalnya jika jarak antara tulang kemaluan sampai puncak rahim adalah 28 cm, maka usia kehamilan Anda adalah 28 minggu.

Jarak yang semakin jauh menandakan usia kehamilan semakin lanjut dan mendekati HPL. Penghitungan ini dapat dilakukan menggunakan pita ukur saat usia kehamilan melewati 22-24 minggu atau melalui pemeriksaan palpasi (perabaan). Biarpun sederhana, tetapi cara ini termasuk akurat bila dilakukan oleh dokter kandungan atau bidan untuk memperkirakan usia kehamilan.

3.    Pemeriksaan USG

Penghitungan usia kehamilan dengan USG atau alat ultrasonografi dianggap paling akurat dibandingkan dengan cara-cara lainnya. Tingkat keakuratan USG mencapai 95%.  Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu USG transvaginal dan USG transabdominal.

USG transvaginal dilakukan pada awal kehamilan melalui jalan lahir untuk memastikan keberadaan kantong janin dan lokasi janin. Sedangkan USG transabdominal dilakukan melalui dinding perut pada saat kandungan sudah membesar untuk melihat gambaran dan pergerakan janin lebih jelas.

Pemeriksaan USG ini dapat dilakukan oleh ibu hamil ketika memasuki usia 8-18 minggu.  Metode ini juga dapat dilakukan oleh seorang wanita yang memang tidak mengetahui atau lupa hari pertama haid terakhirnya (HPHT).

4.    Tes HCG

Pemeriksaan kehamilan dengan melakukan tes HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dapat dilakukan untuk mengetahui usia kehamilan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel urin atau sampel  darah ibu hamil.

Dalam pemeriksaan dengan menggunakan urin, jika ditemukan HCG maka setidaknya usia kehamilan sudah masuk 3-4 minggu.  Sedangkan pemeriksaan menggunakan sampel darah dilakukan untuk mendapatkan hasil suatu kehamilan yang tidak terdeteksi atau kehamilan ektopik yang mengganggu. Adanya peningkatan HCG dalam tubuh ibu hamil adalah penyebab terjadinya morning sickness.

5.    Kalkulator Kehamilan

Cara menghitung usia kehamilan berikutnya adalah menggunakan kalkulator kehamilan.  Kini sudah banyak ditemukan kalkulator kehamilan online gratis yang sudah populer digunakan oleh sebagian besar ibu hamil. Selain caranya yang mudah, kalkulator kehamilan ini dapat diakses oleh siapa saja tanpa harus pergi ke dokter atau bidan.

Hanya saja ada beberapa data yang harus Anda siapkan untuk menghitung usia kehamilan Anda. Diantaranya adalah HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir dan periode menstruasi yang biasa Anda dapatkan. Dengan mengisi beberapa data tersebut maka kalkulator kehamilan akan menjawab berapa usia kehamilan beserta HPL bayi Anda.

6.    Deteksi Gerakan Janin

Cara mengetahui usia kehamilan dengan mendeteksi gerakan janin ini sangat mudah meskipun tidak 100% akurat. Jika Anda merasakan janin mulai bergerak-gerak maka berarti usia kehamilan sudah memasuki kira-kira minggu ke-18, 19 atau 20.

Perlu diingat metode ini hanya berlaku untuk wanita yang baru pertama kali hamil. Sedangkan bagi Anda yang sudah pernah hamil, jika gerakan janin seperti itu sudah dirasakan, artinya sudah memasuki minggu ke-16 hingga minggu ke-18.

Baca Juga: 11 Perbedaan Diabetes Basah dan Kering di Tinjau dari Gejalanya

7.    Perhitungan Usia Kehamilan Berdasarkan Trimester

Trimester berarti menghitung usia kehamilan dengan rentang waktu 3 bulan.  Pembagian usia kehamilan berdasarkan trimester yaitu:

1.    Trimester Pertama

Pada usia kehamilan memasuki trimester pertama ini merupakan awal kehamilan. Usia kehamilan berlangsung sejak awal kehamilan sampai usia 13 minggu ditambah 6 hari kehamilan atau sejak 1-3 bulan. Pada trimester pertama biasanya ibu hamil mengalami gejala-gejala kehamilan seperti mudah lelah dan morning sickness.

2.    Trimester Kedua

Pada trimester kedua ini ibu hami tidak mengalami morning sickness, namun terdapat perubahan fisik drastic seperti perut yang mulai membesar. Usia kehamilan pada trimester kedua ini berlangsung dari minggu 14-17 ditambah 6 hari kehamilan atau sekitar 4-6 bulan.

3.    Trimester Ketiga

Trimester ketiga berlangsung dari usia 28 minggu sampa bayi siap dilahirkan. Memasuki trimester ketiga ibu hamil harus menjaga kehamilannya dengan baik serta memenuhi asupan makan dengan gizi dan nutrisi yang lengkap. Pada trimester ini seorang ibu hamil lebih mudah lelah dan khawatir dalam mempersiapkan persalinan.

Itulah 7 metode dan cara menghitung usia kehamilan yang dapat Anda gunakan. Tentunya Anda dapat memilih metode apa yang paling sesuai dan tepat. Meskipun Anda dapat menghitung usia kehamilan secara mandiri, sebaiknya hitunglah usia kehamilan dengan bantuan dokter atau bidan agar lebih akurat.

Dengan mengetahui usia kehamilan, Anda tahu apa yang seharusnya dilakukan pada setiap fase perkembangan janin trimester pertama, kedua dan ketiga.  Semoga metode dan cara menghitung usia kehamilan di atas dapat membantu Anda. Tetaplah lakukan pemeriksaan usia kehamilan Anda secara rutin untuk melihat perkembangan si calon buah hati.