Langsung ke konten utama

26 Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Sindrom Cushing

Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Sindrom Cushing - Tahukah Anda apa penyebab dan gejala sindrom cushing? Sindrom ini merupakan sekumpulan gejala yang muncul sebagai akibat hormon kortisol berkadar tinggi. Ada yang menunjukkan gejala ringan namun sebagian juga berkembang cepat dan menjadi berat. Sindrom cushing terjadi ketika kadar hormon kortisol dalam tubuh berlebihan. Pembuangan kelebihan hormon ini akhirnya justru mempengaruhi sistem tubuh yang lain.

Sindrom Cushing




Sebagian besar kasus sindrom cushing membuat penderitanya butuh waktu lama untuk penyembuhan agar gejalanya mereda. Sindrom yang dikenal juga dengan sebutan hiperkortisolisme ini lebih banyak terjadi pada wanita ketimbang kalangan pria. Agar lebih mengenal penyakit ini, berikut kami akan paparkan penyebab dan gejala sindrom cushing.


Penyebab Sindrom Cushing :



Seperti disinggung sejak awal, penyebab utama sindrom cushing adalah kadar hormon kortisol dalam tubuh yang terlalu tinggi. Namun tentunya hal ini terjadi berawal dari pemicu tertentu. Nah, meningkatkanya kadar hormon kortisol tersebut bisa terjadi karena 2 hal berikut ini.

1. Penggunaan Obat-Obat Kortikosteroid

Obat-obatan jenis kortikosteroid atau glukokortikosteroid biasa diberikan pada pasien dengan keluhan asma, arthritis, penyakit usus, nyeri sendi, kanker, inflamasi kulit ataupun rheumatoid. Contoh obat golongan ini misalnya Dexamethasone dan Prednisone.

Pasien transplantasi organ juga biasa diberi obat yang punya potensi meningkatkan hormon kortisol. Obat-obatan jenis kortikosteroid ini pada dasarnya menjadi obat anti-inflamasi. Namun konsumsi terhadap obat jenis ini dalam jangka waktu lama akhirnya memicu produksi hormon kortisol berlebih dalam tubuh dan terjadilah sindrom cushing.

2. Komplikasi Tumor

Penyebab sindrom cushing bukan hanya dari obat golongan ortikosteroid saja. Komplikasi tumor juga mengakibatkan kadar hormon kortisol meningkat pesat. Jenis tumor langka seperti tumor kelenjar hipofisis dan tumor adrenal sangat cepat memicu peningkatan kadar hormon kortisol.

Yang perlu dicatat, sindrom cushing tidak terkait dengan faktor keturunan walaupun  dalam beberapa kasus langka ada juga keterkaitannya dengan gen.

Selain kadar kortisol berlebih sebagai penyebab terjadinya sindrom cushing, perlu juga anda tahu ada beberapa keadaan yang memungkinkan seseorang berisiko terkena sindrom cushing. Kondisi tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, kelebihan berat badan, dan usia antara 25 -  40 tahun merupakan beberapa keadaan dimana orang berisiko terkena penyakit ini.


Gejala Sindrom Cushing :



Setelah terungkap apa saja penyebab sindrom cushing, tentunya perlu diketahui juga apa saja gejala yang terjadi ketika seseorang mengalaminya. Beberapa gejala sindrom cushing yang terjadi ketika seseorang sudah kelebihan hormon kortisol antara lain:

1. Mengalami obesitas
2. Berat badan meningkat secara terus menerus
3. Timbul memar pada paha, payudara, perut dan lengan
4. Penumpukan lemak pada bagian wajah dan tubuh bagian tengah. Wajah akan berubah lebih bulat. Penumpukan lemak juga terjadi pada bagian antara bahu dan punggung atas dan membuatnya berbentuk mirip punuk kerbau.
5. Terjadi cedera pada kulit tapi tak sembuh-sembuh
6. Terjadi penipisan kulit yang ditandai dengan warna kemerahan
7. Intoleransi glukosa, yaitu keadaan dimana tubuh tak mampu mengubah gula menjadi energi. Keadaan ini jika dibiarkan akan menjadi diabetes.
8. Mudah lelah
9. Gangguan tidur atau insomnia
10. Jerawat
11. Tubuh jadi rentan infeksi
12. Mengalami Depresi
13. Suasana hati yang mudah berubah dan sensitif, jadi gampang marah
14. Kegelisahan dan kecemasan berlebih
15. Disfungsi kognitif atau penurunan fungsi mental dan kemampuan
16. Sakit kepala
17. Lemah tulang yang berakibat timbulnya rasa sakit pada tulang belakang dan rusuk
18. Pengeroposan tulang alias osteoporosis
19. Beser alias sering buang air kecil
20. Mengalami dehidrasi
21. Hipertensi/tekanan darah tinggi
22. Pada wanita terjadi rambut yang tumbuh di tubuh atau wajah, dan mengalami gangguan datang bulan.
23. Pada pria tiba-tiba mengalami disfungsi ereksi, penurunan infertilitas, dan hilangnya gairah seksual.
24. Pada remaja terjadi keterlambatan tumbuh kembang dibanding anak seusianya.


Baca Juga : 7 Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Trikomoniasis Semua Jenis Kelamin


Beberapa hal penting tentang penyebab dan gejala sindrom cushing. Jika mulai timbul satu atau beberapa gejala diatas, segeralah berkonsultasi pada dokter. Diagnosa awal serta penanganan cepat dan tepat tentunya akan mendorong dan mempermudah kesembuhan. Ada dapat membaca beberapa jenis penyakit lainnya.