Langsung ke konten utama

13 Penyebab Eksim dan Cara Mengatasinya

Penyebab Eksim - Eksim yang juga disebut dengan eksema dan dermatitis adalah suatu kelainan kulit yang ditandai dengan adanya peradangan atau pembengkakan, rasa gatal, dan warna merah pada kulit. Diawali dengan kemerahan pada bagian kulit tertentu, disusul dengan iritasi, kering dan akhirnya bersisik. Ketika terjadi infeksi eksim juga bisa mengakibatkan kulit melepuh dan mengeluarkan air. Untuk menghindari maupun mengobati eksim maka sebaiknya Anda mengetahui apa saja penyebab eksim.

Penyebab Eksim


Menurut para ahli, eksim terjadi karena kulit tidak mampu memperbaiki kerusakan yang terjadi sehingga kulit rentan terhadap serangan bakteri maupun kuman. Hal ini akibat mutasi gen yang disebut dengan nama Filaggrin. Dermatitis ini ada beberapa jenis, yaitu dermatitis atopik, eksim tangan, dermatitis kontak, dermatitis seboroik, eksim dishidrotik, dermatitis statis dan dermatitis nummularis atau disebut juga eksim basah. Nah, berikut ini beberapa penyebab eksim yang perlu Anda waspadai.

1. Berlebihan Terpapar Debu


Paparan debu yang berlebihan bisa mengakibatkan eksim kering. Gejala yang timbul biasanya hanya gatal dan kulit yang bersisik. Eksim kering juga mudah kambuh pada orang yang telah memiliki riwayat alergi debu. Apalagi debu dapat kita jumpai dimanapun, baik di dalam ataupun di luar ruangan.


2. Akibat Alergi Terhadap Kosmetik


Salah satu penyebab eksim adalah kosmetik berupa hand body ataupun krim wajah. Ketika kulit Anda tidak cocok dengan salah satu jenis atau produk kosmetik untuk wajah ataupun kulit tubuh, maka kemungkinan akan terjadi iritasi dan mengakibatkan timbulnya eksim. Biasanya diawali dengan gejala berupa bintik kemerahan yang gatal pada kulit. Karenanya, khusus para wanita hendaknya memastikan bahwa produk kosmetik yang dipakai adalah asli, berbahan aman dan cocok dengan jenis kulit Anda.

3. Kulit Yang Terlalu Lembab


Meskipun kulit lembab terlihat baik dan identik dengan kulit yang sehat, namun lembab yang berlebihan justru akan menjadi tempat favorit berkembangnya jamur penyebab iritasi. Biasanya hal ini terjadi pada orang yang kurang menjaga kebersihan. Kulit yang sangat lembab kemudian ditumbuhi jamur dan akhirnya memicu gatal-gatal dan iritasi.

Karena itu biasakanlah menjaga kebersihan kulit Anda setelah beraktivitas yang menimbulkan keringat. Mandi setelah olahraga, apalagi jika keringatnya berlebih. Gantilah pakaian yang telah kotor dan hindari pakaian yang ketat. Dengan begitu kebersihan kulit akan terjaga dan Anda terhindar dari eksim maupun maupun kemungkinan penyakit kulit lainnya.

4. Iritasi Kain Wol


Kain berbahan wol ternyata merupakan salah satu jenis kain yang mengakibatkan iritasi dan alergi pada kulit. Alergi dan iritasi yang timbul akibat kontak dengan kain wol biasanya adalah eksim kering. Meskipun hanya berupa gatal dan warna kulit kemerahan, namun eksim jenis ini biasanya makan waktu lama untuk sembuh. Karenanya perlu segera diatasi agar tidak menjadi eksim kering menahun.


5. Akibat Terpapar Sabun Cuci Berbahan Keras


Kebanyakan sabun untuk cuci piring ataupun cuci pakaian memiliki kandungan bahan kimia yang keras dan mengakibatkan iritasi kulit. Yang timbul akibat paparan bahan kimia sabun ini biasanya adalah eksim kering. Iritasinya pun tidak sekedar gatal dan kemerahan namun ada juga yang sampai melepuh dan keluar air.

Eksim kering akibat paparan sabun cuci ini istilah lainnya adalah dermatitis kontak iritan. Prosesnya berawal dari paparan bahan kimia dalam sabun cuci yang membuat kulit rusak secara kimiawi. Selanjutnya produksi minyak di kulit bagian kulit luar akan hilang dan akhirnya lapisan yang melindungi kulit akan rusak dan terjadilah iritasi tersebut.

6. Iritasi Akibat Kontak Dengan Kain Sintetis


Tak hanya kain wol yang bisa menjadi penyebab eksim. Kain dari bahan sintetis juga sangat berpotensi menimbulkan iritasi kulit. Data yang dilansir oleh American Academy of Dermatology menyatakan bahwa 10-20 persen anak-anak dan 1-3 persen orang dewasa mengalamai iritasi akibat kontak dengan kain sintetis. Menurut data tersebut jenis kain sintetis yang paling sering menyebabkan eksim adalah polyester dan nilon.


7. Kontak Dengan Perhiasan Imitasi


Perhiasan imitasi menjadi salah satu pilihan favorit bagi mereka yang ingin tampil gaya namun hemat. Hanya saja perhiasan imitasi harus diwaspadai karena bisa menjadi penyebab eksim, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat alergi. Reaksi kulit biasanya diawali timbulnya gatal dengan warna kemerahan ataupun bintik-bintik. Eksim yang diakibatkan oleh perhiasan berbahan imitasi harus segera diobati agar tidak menjadi lebih serius.


8. Stres


Sebaiknya Anda mulai belajar untuk mengelola stres agar tidak menjadi pemicu timbulnya eksim atau dermatitis. Meskipun memang belum detail dan jelas hubungan antara stres dan eksim, namun memang ada penemuan kasus terkait ini. Bisa jadi ini terkait imunitas tubuh yang menurun saat Anda stres sehingga kulit lebih mudah terserang bakteri dan kuman.


9. Hormon Yang Tidak Seimbang


Para wanita sering terserang eksim akibat hal ini. Keadaan tertentu dimana hormon naik turun akan mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Biasanya wanita mengalami ketidakstabilan hormon adalah saat menjelang menstruasi dan dalam masa kehamilan. Pada saat itulah eksim bisa menjadi salah satu masalah kesehatan yang mengganggu.

10. Infeksi Oleh Virus Ataupun Bakteri


Virus dan bakteri juga bisa menjadi salah penyebab timbulnya eksim di beberapa bagian kulit. Bakteri paling sering menyebabkan eksim adalah Staphylococcus aureus. Sedangkan virus pemicu eksim misalnya virus moluskum dan virus herpes. Demikian juga beberapa tipe jamur diketahui menjadi pemicu eksim. Karenanya sangat penting untuk mengetahui gejala eksim akibat virus, bakteri ataupun jamur ini agar sejak dini segera dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Baca Juga: 16 Obat Eksim Tradisional, Alami dan Herbal Paling Mujarab


3 Penyebab Eksim Pada Kulit Lainnya : 


11. Alergi Makanan

12. Akibat Kulit Yang Kekeringan

13. Demam Atau Infeksi Saluran Nafas Atas

Penyebab eksim memang belum sepenuhnya diketahui secara pasti. Namun tentunya lebih baik mewaspadai berbagai kemungkinan penyebab penyakit kulit tersebut. Apalagi eksim / dermatitis juga terjadi pada bayi. Jagalah kebersihan kulit, pakai kain berbahan lembut, dan hindari kontak langsung dengan sabun. Adapun untuk pengobatan penyakit eksim bisa dengan salep untuk penyakit eksim ataupun obat dari dokter.