Langsung ke konten utama

14 Efek Buruk Temulawak untuk Kesehatan yang Perlu Diperhatikan

Kekayaan rempah Indonesia sudah diakui sejak zaman penjajahan di era portugis dan spanyol saat menghampiri Indonesia. Perburuan negara negara tersebut dimaksudkan sebagai upaya mengekspansi keberadaan rempah rempah di Indonesia yang kaya manfaat.

Salah satunya adalah temulawak. Selain sebagai bumbu masak, temu lawak juga berkhasiat sebagai obat tradisional untuk menghindari berbagai penyakit seperti gangguan pada lambung, usus, saluran pencernaan dan penyakit lainya.

14 Efek Buruk Temulawak untuk Kesehatan yang Perlu Diperhatikan

Temulawak sendiri mimiliki nama latin curcuma javanica dan mampu tumbuh di dataran rendah. Akan tetapi, khasiat dari temulawak sendiri akan sirna jika penggunaanya tidak sesuai aturan dan berlebihan. Beberapa efek buruk pemanfaatan temulawak dapat ditemui sebagai berikut ;

1. Obesitas


sebagai obat tradisional untuk menambah nafsu makan, temulawak sudah teruji pemanfaatannya. Curcuma plus didalam temulawak mengakibatkan seseorang memiliki nafsu makan bertambah. Apabila pemanfaatanya melebihi dosis yang dibutuhkan, maka seseorang akan memiliki nafsu makan yang tidak terkontrol. Akibatnya akan mengalami obesitas.

2. Penyumbatan pada Empedu


Beberapa masalah lain dari efek buruk temulawak yang berlebihan adalah gangguan pada saluran empedu. enzim didalam temulawak yang merangsang produksi empedu tidak disarankan bagi seseorang yang sedang mengalami penyakit batu empedu. Aliran pada empedu akan tersumbat karena kelebihan produksi tersebut dan berakibat keracunan pada empedunya sendiri.

3. Mual dan Muntah


Penyakit ini diakibatkan karena temulawak yang menetralisir bakteri mampu membunuh segala macam bakteri yang ada didalam lambung dan usus. selain itu, penggunaannya yang berlebih juga berakibat pada rasa panas didalam lambung. Sehingga akan terasa mual dan disertai muntah apabila konsumsi temulawak tidak dihentikan.

4. Gangguan Lambung


Pengawasan terkait pengobatan sangat perlu diserahkan pada ahlinya baik itu pengobatan herbal atau pengobatan dengan obat kimia. Keberhasilan temulawak sebagai obat herbal tidak serta merta dipergunakan secara berlebih karena bersifat alami. Hal ini justru berakibat pada organ dalam Anda terutama terkena iritasi lambung akibat penggunaan temulwak yang berlebihan.

5. Pendarahan


Pendarahan yang dimaksud terkait fungsi dari temulawak yang mampu menurunkan kadar lemak dalam darah. Kombinasi temulawak dengan obat pengencer darah tidak dianjurkan karena resiko tersebut.

6. Infeksi pada kandung kemih


Enzim yang dibutuhkan tubuh dari temulawak tidak semuanya dapat diserap. sehingga adanya penumpukan zat zat yang tidak dipergunakan dalam tubuh akan menumpuk pada saluran kandung kemih. Jika hal ini terjadi secara berkelanjutan dan berlebih, maka volume zat yang dibuang dari ginjal ke kandung kemih akan meningkat. Sehingga kemih Anda akan terinfeksi akibat penumpukan enzim tak terpakai ini. gejala yang timbul biasanya urine akan berwarna kuning pucat dan mengeluarkan bau yang kuat.

7. Gangguan Pencernaan


seperti yang sudah diterangkan diawal tadi, pemanfaatan temulawak perlu diperhatikan. Kaitanya adalah proses pencernaan dalam tubuh yang bersinggungan langsung akibat kontraksi dari zat dalam temulawak ini. bahkan seseorang akan mengalami gangguan pencernaan seperti diare yang berakibat pada kekurangan cairan tubuh. Segera konsultasikan kepada dokter atau ahli medis lain jika Anda mengalami hal ini.

8. Gangguan Jantung


Gangguan jantung akibat temulawak terjadi pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit hipertensi. kondisi ini dapat dirasakan apabila seseorang mengalami debar jantung yang berlebihan dari biasanyas etelah mengkonsumsi temulawak. Gejala awal yang dirasakan akan timbul rasa gelisah.

9. Kerusakan Ginjal


Pemanfaatan temulawak secara otomatis akan dicerna oleh tubuh dan diserap zat kebutuhannya oleh ginjal. Jika zat yang dibutuhkan sedikit, sedangkan konsumsinya berlebih, maka ginjal akan bekerja sangat keras. Hal ini berakibat pada adanya endapan pada ginjal Anda. Perlunya mengkonsumsi air putih dan temulawak harus seimbang agar hal ini tidak menimpa Anda.

10. Penyakit liver


Temulawak sebagai obat dapat digunakan maksimal 3 bulan pemakian secara teru menerus. Bila melebihi jangka waktu tersebut, maka liver Anda akan mengalami kerusakan yang berarti. Hentikan konsumsi temulawak apabila dalam kurun waktu tersebut penyakit Anda tidak kunjung membaik.

Baca Juga: 12 Makanan Pemicu Awet Muda yang Alami untuk Tubuh

Banyaknya permasalahan akibat temulawak yang dikonsumsi berlebihan juga dapat dirasakan dengan gejala gejala berikut, diantaranya :


Efek Buruk Temulawak Lainnya


11. Cepat Haus (dehidrasi)
12. Pusing
13. Alergi
14. Tubuh Terasa Lemas

Informasi tersebut mengindikasikan bahwa Anda sudah mengalami kelebihan zat terkait pemanfaatan temulawak. Segera hentikam konsumsi temulawak bila salah satu gejala tersebut menimpa Anda dan mengganggu kesehatan Anda.