Langsung ke konten utama

6 Dampak Buruk Menyetir Tanpa Alas Kaki untuk Tubuh

 Mampu mengendarai mobil untuk saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi siapa saja. Kemampuan ini dirasa bisa meningkatkan kualitas diri karena dengan memiliki sim A dan bisa mengendarai mobil tentunya dapat menyokong seseorang untuk memperoleh pekerjaan. seperti driver atau kurir sebuah jasa pengiriman.

Tetapi, banyak cara dan gaya seorang sopir mobil melakukan aktivitasnya dalam keseharian untuk memperoleh kenyamanan dalam berkendara. beberapa dari mereka lebih nyaman menggunakan alas kaki tetapi tidak sedikit pula dari mereka menyetir mobil tanpa menggunakan alas kaki. Perlu diketahui bahwa, ada bahaya menyetir tanpa alas kaki.

6 Dampak Buruk Menyetir Tanpa Alas Kaki untuk Tubuh

Berikut ini pemaparan mengenai hal tersebut agar kebiasaan ini segera diperbaiki untuk keselamatan anda dan penumpang dalam berkendara :

1. Mampu menyebabkan Kaki anda mudah Lelah


Alasan keselamatan merupakan faktor penting dalam berkendara. Tubuh yang sehat dalam berkendara serta fokus merupakan hal yang perlu disiapkan. Berkendara tanpa alas kaki bisa menyebabkan kaki anda mudah lelah. Hal ini disebabkan karena tekanan dalam menginjak rem, gas atau kopling pada kaki tidak merata.
Selain itu, intensitas tekanan juga berpengaruh pada efek kaki yang cepat pegal. Sehingga akan berbahaya bagi anda jika melakukan hal ini dalam berkendara jauh. Kelelahan yang ditimbulkan pada kaki akan berdampak pada keselamatan berkendara anda.

2. Kaki Mudah berkeringat


Pada awalnya memang kebiasaan seseorang saat berlatih berkendara melepas alas kaki untuk kenyamanan. Beberapa orang juga merasakan hal ini hanya faktor kenyamanan. Padahal, dengan kebiasaan menyetir tanpa alas kaki maka akan menyebabkan kaki anda mudah berkeringat. Jika hal ini sudah terjadi, ada kemungkinan anda mengalami terpeleset pada penginjakan pedal gas, rem atau kopling. Jika demikan, ada kemungkinan resiko kecelakaan berkendara anda.

3. Cepat panas pada area telapak dan tumit pada kaki


Bahaya mengemudi tanpa menggunakan alas kaki menimbulkan perasaan panas pada area telapak dan tumit anda. Hal ini berkaitan dengan syaraf yang ada didalam kaki terhadap fungsi otot yang terkena akibat berkendara. Penekanan yang tidak merata merupakan faktor utama terjadinya permasalahan ini.

Kondisi ini berdampak pada konsentrasi berkendara anda. Jika konsentrasi sudah terganggu, maka anda akan mudah mengalami kegagalan fokus. Jelas akibatnya adalah anda akan berkendara secara serampangan dan sangat berbahaya bagi keselamatan anda dan orang orang disekitar anda.

4. Lebih cepat kesemutan


Siapa sangka kebiasaan melepas alas kaki saat berkendara lebih beresiko kaki anda terkena kesemutan. Aliran darah yang tidak lancar pada pergelangan kaki serta telapak kaki ini saat menahan pedal kopling atau gas dan rem bisa berakibat fatal.

Beberapa orang mengindahkan hal ini hanya karena untuk kenyamanan sesaat. Ingin berkendara jauh tanpa menggunakan alas kaki mampu beresiko kesemutan. area kaki anda akan terasa sakit dan bisa salah menginjak pedal. Apalagi jika berkendara jauh, kesemutan ini lebih berbahaya dari pada mengantuk. Karena, kesalahan menginjak pedal tadi yang menyebabkannya. kaki yang tidak kuat lagi menahan rasa kesemutan  membuat anda salah berkendara.

5. Penebalan Pada telapak kaki


Penebalan ini dalam bahasa jawa bisa dikatakan sebagai “kapalen” atau kapalan. tekstur kulit ditelapak kaki yang menebal mengganggu kenyamanan anda. Memang resiko ini tidak langsung dirasakan dalam waktu dekat. Biasanya penebalan pada area kaki dan telapak ini bisa terjadi setelah berkendara tanpa menggunakan alas kaki selama bertahun tahun.

Akibat yang bisa ditimbulkan karena permasalahan ini adalah pergerakan dan kegesitan dari kaki untuk mengetahui seberapa besar penekannannya pada pedal mobil. Jika sudah kapalan, maka respon dan kenyamanan berkendara akan terganggu. Apalagi, resiko kapalan bisa saja menyebabkan iritasi pada kulit karena gesekan secara terus menerus.

6. Penyakit kulit


Beberapa orang terkena penyakit kulit pada kaki bukan hanya karena berjalan tanpa alas kaki, berkendara tanpa menggunakan alas kakipun bisa menyebabkan hal ini. bakteri pada pedal bisa saja masuk pada pori pori kaki. sehingga kaki lebih rentan terkena iritasi kulit seperti pecah pecah atau memerah dan terasa gatal.

Baca Juga: 12 Fungsi Umum Alkohol dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kebiasaan menyetir mobil tanpa menggunakan alas kaki sejatinya perlu untuk disingkirkan. Gaya hidup ini harus dibenahi agar terhindar dari resiko diatas dan yang paling penting adalah kenyamanan serta keselamatan anda dalam berkendara.