Langsung ke konten utama

9 Ciri-Ciri Keracunan Kalium Sianida pada Tubuh

Saat ini siapa sih yang tidak kenal dengan sianida? Sianida atau lebih lengkapnya dinamakan dengan kalium sianida merupakan zat yang sering digunakan sebagai racun untuk tujuan tertentu, mulai dari bunuh diri sampai dengan meracuni seseorang. Hal ini mudah untuk dilakukan karena zat racun yang satu ini bisa ditemukan dengan mudah dimana saja.

Perlu Anda ketahui bahwa beberapa jenis umbi-umbian pun sebenarnya mengandung zat sianida, seperti singkong dan juga rembung. Sianida sendiri memang memberikan banyak manfaat untuk kehidupan kita sehari-hari, salah satunya membasmi hama. Zat ini bukanlah zat yang layak untuk Anda konsumsi, apalagi dijadikan bahan utama untuk meracuni orang lain.

9 Ciri-Ciri Keracunan Kalium Sianida pada Tubuh

Ada beberapa ciri-ciri dari seseorang yang terkena racun kalium sianida. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Ciri-Ciri Keracunan Kalium Sianida


1. Iritasi pada mata


Ciri yang pertama yaitu gejala mata yang mengalami iritasi. Seseorang yang keracunan sianida akan merasakan matanya yang perih seperti kemasukan debu, namun rasanya lebih parah. Mata akan terasa panas dan sulit untuk dibuka karena mengeluarkan banyak air.

2. Lemah dan lemas


Seseorang yang sudah terkena racun sianida juga mengalami gejala tubuh yang lemah dan juga lemas. Kondisi ini membuatnya mengalami kekurangan tenaga sehingga biasanya orang tersebut tidak bisa berdiri ataupun menggerakan bagian tubuhnya dengan baik.

3. Saluran pencernaan terganggu


Kalium sianida yang masuk ke dalam tubuh tentu saja akan membuat pencernaan Anda terganggu. Mulai dari gejala sakit perut sampai dengan rasa perih pada lambung. Perut juga akan terasa panas seperti terbakar api. Efek terusannya, usus Anda tidak akan berfungsi normal, asam lambung naik, dan organ lainnya pun terkena akibatnya pula.

4. Tekanan darah tidak normal


Ciri khas dari seseorang yang sudah keracunan kalium sianida dapat dilihat dari tekanan darahnya yang tidak normal. Jika hal ini terus berlanjut, maka beberapa organ tubuhnya tidak akan bisa berfungsi dengan baik dan dapat menimbulkan kematian.

5. Penglihatan menjadi tidak jelas


Tidak hanya mata saja yang akan terasa perih, orang yang sudah keracunan kalium sianida akan mengalami penglihatan yang tidak jelas. Matanya akan menjadi rabun dan tidak bisa melihat segala sesuatunya dengan benar.

6. Detak jantung tidak normal


Keracunan kalium sianida juga akan membuat detak jantung menjadi tidak normal. Detak jantung seperti ini akan dengan cepat memicu kematian karena jika jantung tidak berfungsi, maka aliran darah di dalam tubuh juga tidak bisa menyebar dengan baik.

7. Sesak nafas


Jika ada seseorang yang merasakan sesak nafas, bisa jadi orang tersebut keracunan kalium sianida. Kalium sianida juga memberikan dampak yang berbahaya bagi paru-paru sehingga dapat memicu nafas yang tidak normal.

8. Metabolisme tubuh terganggu


Kalium sianida akan membuat metabolisme tubuh Anda menjadi terganggu. Ciri khas yang satu ini dapat terlihat dari beberapa indera di tubuh yang tidak berfungsi. Tidak hanya mata saja, namun juga telinga dan lidah.

9. Mual dan muntah


Gejala mual dan muntah memang sering diidentikan dengan seseorang yang sedang mengalami keracunan, tidak terkecuali racun kalium sianida. Tubuh akan memberikan reaksi lewat gejala mual serta muntah ketika ada zat asing yang masuk. Ciri khas yang satu ini bisa Anda waspadai terlebih dahulu jika ada yang mengalami keracunan.

Baca Juga: 22 Tips Mengatasi Kecanduan Gula yang Paling Ampuh

Jika Anda sudah mengetahui ciri-ciri orang yang mengalami keracunan kalium sianida di atas, Anda bisa mempraktekkan beberapa cara mudah untuk menanganinya. Anda bisa memulai membawa orang tersebut keluar ruangan jika tadinya ia berada di dalam ruangan.

Jangan berikan napas buatan, cukup tempatkan orang tersebut di tempat yang sejuk dan cukup udara segar. Anda bisa melakukan penekanan pada bagian jantung jika jantungnya berdetak tidak normal. Segeralah menghubungi pihak rumah sakit untuk mendapatkan perawatan selanjutnya.