Langsung ke konten utama

12 Resiko Kateterisasi Jantung yang Perlu Anda Waspadai

Mungkin sebagian besar dari anda tidak pernah mendengar atau merasa asing dengan kateterisasi jantung. Kateterasi sendiri adalah sebuah proses untuk memeriksa seberapa baik kinerja jantung. Proses ini dilakukan dengan memasukan sebuah alat tipis dan panjang seperti pipa dan dimasukan kedalam bilik dan pembulih darah besar pada jantung, karena itu anda perlu waspada terhadap resiko kateterisasi jantung.

Kateterisasi berguna untuk mengecek apakah peredaran darah telah melakukan fungsinya dengan menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Terdapat juga fungsi untuk mengecek kekuatan otot jantung dalam proses memompa darah ke seluruh tubuh dan memeriksa apakah terdapat penyakit pada jantung. Berikut beberapa resiko kateterisasi jantung yang perlu anda waspada.

Resiko Kateterisasi Jantung, Dampak Resiko Kateterisasi Jantung, Resiko Melakukan Kateterisasi Jantung

1. Stroke


Resiko kateterisasi jantung yang pertama adalah stroke. Stroke merupakan sebuah penyakit pada jantung. Dan hal ini juga akan menjadi salah satu resiko dari kateterisasi jantung. Pasien akan merasakan kegelisahan saat sedang stroke dan mengalami ketakutan berlebih. Sebaiknya berikan penenang bagi pasien agar saat melakukan kateterisasi, pasien menjadi lebih tenang dan resiko stroke dapat dikurangi.

2. Robeknya jaringan Arteri


Pasien dapat mengalami robek pada arteri apabila tidak dilakukan prosedur operasi dengan benar. Sebab itulah dibutuhkan penanganan profesional dan memang harus dilakukan oleh spesialis yang memang terbiasa dengan operasi kateterisasi jantung. Maka dari itu, operasi kateterisasi dapat dilakukan dengan lancar.

3. Serangan Jantung


Kateterisasi jantung adalah proses untuk mengecek kinerja jantung dan semua alat keteter dimasukan kedalam jantung. Maka memang pantas sebuah proses kateterisasi akan berakibat pada serangan jantung. Saat seorang pasien sedang mengalami ketakutan dalam melakukan kateterisasi, maka hal itulah yang menyebabkan keadaan penderita memburuk.

4. Aritmia


Aritmia adalah irama detakan jantung yang tidak teratu. Penderita aritmia dilarang melakukan kateterisasi jantung, karena akan memperparah keadaan penderita. Kasus ini sangat jarang terjadi pada proses kateterisasi jantung. Karena, dokter pasti akan memeriksa keadaan jantung si pasien sebelum dilakukan operasi.

5. Memar


Memar adalah sebuah pendarahan kecil. Memar juga bisa menjadi resiko bagi pasien yang melakukan operasi kateterisasi jantung. Semua resiko dari kateterisasi jantung sangatlah berbahaya dan serius. Hanyalah resiko ini yang tidak terlalu berbahaya dan tidak terlalu serius. Akan tetapi, hal ini juga perlu diwaspadai.

6. Kerusakan Pembuluh darah


Kerusakan pembuluh darah merupakan resiko yang sangat berat saat penderita melakukan operasi kateterisasi jantung. Goresan yang disebabkan oleh alat keteter itulah yang akan berakibat membuat luka dan kerusakan pada pembuluh darah. Dokter akan memeriksa apakah anda layak untuk melakukan operasi kateterisasi jantung, karena dengan pembuluh darah yang kecil, anda tidak akan diizinkan dan hanya akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.

7. Kerusakan Ginjal


Penderita dengan gangguan ginjal dan memiliki kadar kreatin tinggi, sangatlah tidak dianjurkan untuk melakukan proses kateterisasi jantung. Karena, risikonya sangat tinggi dan malah akan mengakibatkan resiko buruk bagi kesehatan ginjal. Selain itu, juga dapat merusak ginjal jauh lebih parah.

8. Infeksi


Infeksi dapat terjadi saat sebuah luka dimasuki oleh virus dan bakteri. Karena, kateterisasi adalah proses yang membutuhkan pembukaan jaringan kulit dan tentunya hal itu menimbulkan luka. Maka, virus bisa saja masuk ke tempat luka yang dibuat Hal ini tidak boleh disepelekan anda, karena infeksi jika dibiarkan hanya akan membuat resiko yang lebih berat.

9. Pendarahan


Pendarahan akan terjadi apabila saat dilakukan proses kateterisasi Jantung, keadaan darah sangatlah encer. Hal ini disebabkan oleh kadar vitamin K yang sedikit dalam darah. Seorang yang akan melakukan kateterisasi jantung, wajib berhenti mengonsumsi pengencer dan memperbanyak konsumsi vitamin K 3-5 hari sebelum proses kateterisasi jantung.

10. Bengkak di area operasi


Bengkak pada area operasi biasanya wajar dialami oleh sebagian pasien operasi. Penderita akan merasa nyeri pada daerah operasi tersebut. Memang terlihat sepele, tetapi anda sebaiknya mewaspadai luka tersebut. Pada sebagian kasus, luka tersebut tak kunjung sembuh dan berakibat penyakit yang lebih parah.

Baca Juga 17 Makanan Sehat untuk Anemia yang sangat dianjurkan

2 Resiko Kateterisasi Jantung Lainnya:


11. Timbulnya luka pada organ dalam saat alat keteter terlepas
12. Luka pada pembuluh darah

Itulah beberapa resiko kateterisasi jantung yang perlu anda waspadai sehingga anda dapat melakukan kateterisasi jantung dengan benar dan selamat. Untuk melakukan proses kateterisasi jantung, anda perlu mengunjungi dokter spesialis yang memang ahli di bidangnya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko penyakit yang telah disebutkan diatas.

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Dan Efek Samping Rokok Elektrik Vapor

Awalnya rokok elektronik atau vapor diciptakkan untuk mengurangi ketergantungan pada rokok tembakau, karena rokok tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi ternyata dampak rokok elektrik vapor juga sama berbahayanya seperti rokok tembakau. Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan mungkin masih menjadi perdebatan bagi beberapa orang yang mengenal dunia kesehatan seperti dokter dan praktisi kesehatan lainya. Parahnya lagi, kita sering membaca di iklan cetak maupun media online jika electric cigarete adalah rokok aman dan di klaim bebas nikotin, tar juga aneka bahan berbahaya lainnya.

Bagian dari rokok elektrik terdapat penampung cairan atau liquid yang ketika dipanaskan akan menghasilkan uap yang berasap, Tombol power, drip, mods, dan alat pemanas yang digunakan untuk mengubah liquid menjadi uap asap. Penampung liquid tadi bisa diisi ulang. Larutan ini mengandung propilen glikol, gliserin, dan perasa. Larutan ini dipanaskan, kemudian muncul uap selayaknya asap. Sebag…

Cara Mengobati Panas Dalam Pada Bayi Dan Anak Balita

Penyebab Dan Cara Mengobati Panas Dalam Pada Bayi Dan Anak Balita. Panas dalam adalah gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh anak-anak dan bayi. Gangguan kesehatan yang ditandai dengan kondisi tubuh terasa panas dan bayi atau si anak akan membuat mereka merasa tidak nyaman, gairah bermain menjadi hilang, lesu, pandangan mata meredup, rewel, cengeng atau sering menangis, dan bermalas–malasan. Penyebab panas dalam dapat diakibatkan karena tubuh kita kekurangan vitamin c, konsumsi serat, dan cairan, juga dapat akibat konsumsi makanan yang terlalu panas, banyak mengandung minyak dan berlemak, faktor cuaca dan lingkungan yang berubah ubah secara tiba tiba terutama saat peralihan dari kemarau ke penghujan maupun sebaliknya, serta dapat bersumber pada gangguan lainnya seperti stres, ketidakstabilan hormon dalam tubuh, juga menurunnya daya tahan tubuh.

Panas dalam atau demam merupakan keluhan yang banyak terjadi khususnya pada bayi dan anak kecil karena panas dalam juga merupakan …

Cara Mengatasi Dan Mengobati Tengeng Pada Leher

Sakit leher atau tengeng sering dialami sebagian orang. Orang yang mengalami tengeng tersebut akan mengalami suatu keterbatasan yang terkadang dapat mengganggu dirinya dalam melakukan aktifitas sehari-hari, misalnya menolehkan kepala kekanan dan kekiri. Sehingga mereka akan bertanya-tanya kepada kawan atau kelurganya “leher tengeng apa obatnya?”. Dalam kasus seperti ini anda dapat mengobati sakit leher berdasarkan penyebabnya. Untuk yang masalah ringan anda hanya perlu melakukan tidakan tradisional seperti memijit leher yang sakit. domain name and web hosting packages
domain name registrant
Sebagian orang menyebut sakit tengeng ini dengan sebutan kenger. Penyebab umum penyakit tengeng adalah kesalahan posisi saat tidur. Posisi tidur yang tepat seharusnya mengistirahatkan otot-otot seluruh tubuh dimana posisi yang baik adalah dengan menggunakan punggung belakang. Selain itu, penggunaan bantal harus sampai bahu sehingga posisi leher dalam keadaan rileks sehingga otot-otot sekitar leher …