Langsung ke konten utama

15 Bahaya Antibiotik untuk Anak-Anak dan Usia Lanjut

Beberapa bahaya antibiotik untuk anak-anak dan usia lanjut akan membuat tubuh mengalami banyak gangguan kesehatan. Mengapa anak-anak dan usia lanjut yang akan mengalami banyak efek samping dari obat yang satu ini? Anak-anak masih mengalami pertumbuhan yang tidak disertai dengan imun tubuh yang cukup kuat sehingga sangat rentan untuk terkena banyak efek samping dari penggunaan antibiotik yang berlebihan.

Selain anak-anak, penggunaan antibiotik yang berlebihan juga tidak disarankan untuk Anda yang sudah berusai lanjut. Usia lanjut banyak mengalami penurunan fungsi tubuh. Kandungan antibiotik yang cukup kuat akan menambah banyak gangguan kesehatan karen lebih mudah pada tubuh yang sudah terlebih dahulu mengalami penurunan. Itulah mengapa baik anak-anak dan usia lanjut sebaiknya tidak menggunakan antibiotik dalam jumlah yang berlebihan.

15 Bahaya Antibiotik untuk Anak-Anak dan Usia Lanjut

Agar Anda bisa lebih waspada, berikut ini kami sajikan bahaya antibiotik untuk anak-anak dan usia lanjut yang perlu Anda ketahui.

1. Alergi


Bahaya pertama yang sering muncul ketika mengonsumsi antibiotik berlebihan yaitu alergi. Sejumlah gejala alergi akan muncul, seperti mual, muntah, pusing, dan gemetar. Hentikanlah konsumsi antibiotik jika gejala ini muncul.

2. Anemia


Bahaya konsumsi antibiotik terlalu banyak juga dapat menimbulkan gejala penyakit anemia. Hal ini biasanya terjadi karena faktor genetic dimana tubuh pengguna antibiotik terganggu kesehatan aliran darah dan sel darah merahnya.

3. Meningitis


Konsumsi antibiotik harus dihabiskan sesuai dengan dosis. Jika Anda tidak mengonsumsi ini sampai habis sesuai apa yang disarankan oleh dokter, Anda justru akan mudah terjangkit penyakit meningitis.

4. Penyakit paru-paru


Penggunaan dosis yang kurang untuk antibiotik juga dapat mengganggu kesehatan paru-paru. Paru-paru Anda dapat mengalami banyak penyakit dan juga mengalami penurunan fungsi dalam sistem pernapasan tubuh.

5. Merusak tulang


Konsumsi antibiotik yang tidak sesuai dengan dosisnya akan merusak tulang. Hal ini akan memicu rasa panas terbakar dan ngilu pada beberapa bagian tulang Anda. Gejala ini akan sangat terasa bagi Anda yang berusia lanjut.

6. Mengganggu pertumbuhan tulang


Jika antibiotik dapat merusak tulang yang ada pada usia lanjut, maka untuk anak-anak penggunaan obat ini akan mengganggu pertumbuhan tulang. Tulang anak akan mengalami pertumbuhan yang cenderung lebih lambat.

7. Menurunkan imun tubuh


Kandungan zat pada antibiotik jika terlalu banyak masuk ke dalam tubuh akan membuat sistem imun tubuh Anda mengalami penurunan. Anda justru akan dengan mudah terserang penyakit yang mudah menular.

8. Gangguan pernapasan


Pernapasan Anda juga akan mengalami gangguan seperti sesak napas. Penderita penyakit asma disarankan untuk mengonsumsi antibiotik dengan benar sesuai dengan dosis agar asmanya tidak kambuh dan bertambah parah.

9. Gangguan ginjal


Kesehatan ginjal akan menjadi terganggu karena konsumsi antibiotic yang berlebihan. Ginjal Anda akan mengalami banyak penyakit, sepert gagal ginjal dan penyakit batu ginjal. Efek jangka panjangnya yaitu infeksi saluran kemih.

10. Gangguan syaraf


Pengaruh antibotik dalam tubuh sangat berdampak pada syaraf Anda. Ada banyak orang yang mengonsumsi antibiotik berlebihan dengan gejala syaraf yang sakit dan juga mood yang cenderung naik dan turun.

Baca Juga: 8 Jenis Antibiotik dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Selain 10 bahaya diatas, ada beberapa bahaya antibiotik untuk anak-anak dan usia lanjut lainnya. Berikut ini 5 bahaya lainnya:

5 Bahaya Antibiotik untuk Anak-Anak dan Usia Lanjut Lainnya


11. Resistensi obat
12. Gangguan organ hati
13. Mengganggu produksi sel darah putih
14. Gangguan kesehatan otak
15. Penyakit Jantung

Itulah beberapa informasi kesehatan tentang bahaya antibiotik untuk anak-anak dan usia lanjut yang perlu Anda ketahui. Semoga informasi di atas berguna bagi Anda dan keluarga dalam mengenal dunia farmasi yang berkaitan dengan bahan-bahan di dalamnya. Informasi ini juga bisa Anda beritahukan kepada semua orang di sekitar Anda. Salam sehat.